Anambas Kopitiam, Rumahnya Luti Gendang Batam

Kopi O dan Teh O Peng

Kopi O dan Teh O Peng

Info resto:
Anambas Kopitiam
Alamat:
Komplek Bumi Indah blok I no.50-51 Nagoya, Kota Batam
Komp. Palm Spring, Jl. Laksamana Bintan Blok A2 No.9 – 10, Batam Kota, Kota Batam, Kepulauan Riau 29444

Telepon: +62 778 472806

Facebook : Anambas Kopitiam
Instagram : @anambas_kopitiam

Buka pukul 07.00 – 18.00
Kisaran harga: Rp 6,000 – 11,000 (minuman), Rp 6,000 – Rp 17,000 (makanan)

***

Ketika pertama kali saya diberitahukan bakal mengunjungi kota Batam, saya excited banget. Malam sebelum keberangkatan, saya sempet browsing untuk mencari makanan-makanan apa saja yang musti saya cicipin selama di Batam, hehehe. Ternyata di Google banyak yang membahas tentang Luti Gendang dan Mie Tarempa di Batam. Waaah… Ini dia nih kuliner Batam yang wajib saya coba!

Mie Sagu

Mie Sagu

Beruntung ketika keesokannya saya tiba di Kota Batam, hotel tempat saya menginap tidak jauh dari lokasi resto yang menyediakan dua menu ngetop itu. Pagi-pagi pukul 7.30 itu saya dan teman saya berjalan kaki dari hotel kami ke sebuah kedai kopi bernama Anambas Kopitiam, yang sama-sama berada di wilayah Nagoya.

Saya sempat takjub juga, kok sepagi ini sudah ada tempat makan yang buka. Ternyata menurut penjelasan teman saya yang tinggal di Batam, memang di Batam banyak tempat makan yang sudah buka sejak pagi-pagi untuk menyediakan sarapan bagi para pekerja di kota itu. Maklum, Batam adalah kota industri yang merupakan tempat tinggal para pekerja, sehingga kebanyakan toko-toko dan tempat-tempat makan di sini akan buka untuk memenuhi kebutuhan para pekerja. Keren juga yah, jadi saya nggak usah susah-susah cari tempat sarapan hehehe.

Luti Gendang hangat dan teh manis nikmat

Luti Gendang hangat dan teh manis nikmat

Anambas Kopitiam yang saya kunjungi ini masih sepi ketika saya datang, hanya ada dua pengunjung lain di tempat ini. Saya langsung meminta menu untuk memesan. Sebelumnya, saya sempat khawatir dengan beberapa gosip kalau makanan di Batam itu mahal-mahal. Tapi setelah saya lihat menunya, eh… Kok nggak mahal! Kalau buat ukuran kota besar – seperti saya yang tinggal di Jakarta dan Bandung, harga makanan-makanan di Batam sih relatif normal – bahkan cukup murah. Mungkin memang ada resto tertentu atau menu tertentu yang harganya mahal – yah, saya rasa sih di kota manapun pasti ada juga tempat yang seperti itu, bukan?

Anyway. Saya langsung memesan Luti Gendang dan Mie Tarempa sebagai teman Teh O-Peng (teh manis) saya. Teman saya memesan Kopi O, alias kopi hitam yang panas. Nama-nama minuman ini memang familiar sekali seperti yang sering saya jumpai di negara tetangga Singapura. Karena kopitiam memang biasanya sebutan untuk kedai kopi yang ada di Malaysia dan Singapura yah. jadi karena Batam juga dekat dengan kedua negara tetangga kita itu, tidak heran kalau bahasanya pun mirip.

Ketika Luti Gendang pesanan saya datang, saya langsung jatuh cinta dengan makanan ini. Luti Gendang adalah sebuah roti goreng berbentuk bulat lonjong yang berisi tumisan ikan tuna pedas. Rotinya renyah di luar dan sangat lembut di dalam, dan suwiran ikan tunanya benar-benar nikmat. Duh, saya langsung menghabiskan 3 potong sekali makan!

Mie Tarempa

Mie Tarempa

Sementara Mie Tarempa yang saya pesan adalah mie lembab – yang maksudnya sedikit berkuah tapi tidak terlalu banyak. Mie Tarempa ini rasanya seperti mie tek-tek kalau di Jawa, dengan mie yang lebar dan bumbu yang segar. Hmmm, sarapan saya kali ini nikmat banget! Oya, kamu bisa memesan Mie tarempa ini sesuai kesukaan kamu – kering, lembap, atau basah alias berkuah. Pelayannya pasti akan menjelaskan bedanya kok 🙂

Teman saya memesan juga Mie Sagu – karena kami penasaran dengan namanya hehehe. Seperti apa sih Mie Sagu ini? Ternyata Mie Sagu ini seperti mie goreng yang mie-nya terbuat dari tepung sagu, sehingga lebih kenyal dan dicampur dengan tauge, telur dan udang. Nggak pake lama sih langsung dilahap semua 🙂

Es Bandung Lengkong

Es Bandung Lengkong

Sambil nongkrong menghabiskan Luti Gendang – dan memesan juga satu box roti ini untuk oleh-oleh di rumah, saya memesan juga sebuah minuman yang namanya Es Bandung Lengkong. Saya penasaran, seperti apa sih minuman yang namanya seperti nama kota tempat tinggal saya? Hehehe. Soalnya di Bandung saya nggak pernah denger ada minuman ini hahaha… Ternyata minuman ini adalah es sirup frambozen bercampur susu yang berisi parutan cincau yang segar. Duh, rasanya segar banget! Kenapa di Bandung nggak ada yang jual ya? Hehehe.

Pagi saya di Batam menjadi sangat menyenangkan dengan bersantap di Anambas Kopitiam ini. Tidak hanya perut saya yang kenyang, saya juga pulang menenteng satu kantong besar berisi Luti Gendang hangat untuk oleh-oleh, juga beberapa keripik khas Kepulauan Riau yang dikemas menarik bercap Nyonya Molek ini. Jadi nggak perlu susah-susah cari oleh-oleh deh!

Beberapa keripik khas Kepulauan Riau yang siap jadi oleh-oleh

Beberapa keripik khas Kepulauan Riau yang siap jadi oleh-oleh

Masih banyak menu menarik di Anambas Kopitiam ini yang belum saya coba, seperti Nasi Goreng Ikan Bilis dan Nasi Dagang. Duh, sayangnya perut sudah kekenyangan. Tapi jangan khawatir, suatu saat saya pasti bakal ke Batam lagi demi makanan-makanan enak ini! 🙂

Ditulis pada:November 25, 2015

Komentar: 2 Komentar

2 Comments add one

  1. adetruna says:

    kalo melihat dari cara mengemasnya, dikelola secara baik ya, chib? Padahal itu produk kelas UKM …

    jadi pengen Mie Sagu, pinisirin hihihi 😀

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *