Pondok Yulif Batam, Rajanya Balado dan Gonggong

Tampak depan warung makan Pondok Yulif

Tampak depan warung makan Pondok Yulif

Info warung:
Warung Makan Pondok Yulif
Alamat:
Jl. Nagoya, Batam Kota, Kota Batam, Kepulauan Riau 29444

Instagram : @pondok_yulif

Kisaran harga: Rp 10,000 – Rp 30,000 (makanan)

***

Waktu saya berkunjung ke kota Batam, teman saya Dini yang sudah lama menetap di kota ini langsung dikasih peer buat mencarikan menu makanan khas Batam yang nggak ada di kota lain. Hahahaha 🙂 Salah satu yang saya penasaran banget, adalah makanan bernama Gonggong.

Kalau saya baca-baca di internet hasil googling, katanya salah satu makanan khas Batam yang wajib dicoba adalah Gonggong. Apa itu? Gonggong adalah sejenis kerang yang bentuknya seperti kerucut segitiga, yang direbus dengan bawang dan bumbu-bumbu lainnya sehingga daging di dalamnya bisa dimakan. Naahh, salah satu tempat yang menyediakan gonggong paling enak di Batam ini adalah di warung makan Pondok Yulif.

Berbagai jenis ikan asap yang bisa dipilih

Berbagai jenis ikan asap yang bisa dipilih

Malam ini saya langsung menuju warung Pondok Yulif yang berada di kawasan Nagoya bersama teman-teman saya. Memang hanya berupa warung tenda, tetapi Pondok Yulif ini rame bangeet! Untungnya kami berhasil mendapatan meja yang kosong untuk bertiga di dalamnya. Yang seru di sini, cara pesannya ternyata semi self-service, alias kita pilih sendiri makanannya.

Di dalam warung ini ada sebuah meja display yang berisi berbagai jenis ikan asap. Kenapa ikan asap? Ternyata karena supaya lebih awet, teknik pengasapan ikan menjadi paling populer di Batam ini. Ada ikan bilis – salah satu ikan khas Batam, ikan teri, dan ikan-ikan lain yang saya sampe lupa namanya. Nah, kita pilih sendiri ikan-ikan itu lalu nanti akan dimasak balado oleh abangnya.

Berbagai sayuran yang bisa dipilih untuk dimasak

Berbagai sayuran yang bisa dipilih untuk dimasak

Hal yang sama juga berlaku buat sayurannya, ada satu gerobak khusus yang berisi sayur-sayuran mulai dari kangkung, terong, sampai pete! Kita tinggal memilih sayur-sayuran yang diinginkan, lalu nanti akan dimasakin juga sama abangnya. terserah mau dimasak tumis, balado, goreng, atau diapain aja juga kayanya abangnya bakal nurut hehehe.

Akhirnya kami memilih ikan bilis, terong dan pete untuk dimasak balado. Saya baru pertama kali makan ikan bilis nih, jadi penasaran juga rasanya kaya gimana. Ternyata ikan bilisnya gurih dan renyah, jadi enak banget dimakan pake nasi putih hangat dan terong yang lembut dan manis. Waahh, pedasnya nampol banget nih! Kalau kata temen saya, orang-orang di Batam emang paling doyan cabe, hehehe. Makanya makanannya banyak yang pedas-pedas. Buat kamu yang suka pedas pasti bakal bahagia banget nih makan di sini.

Ini yang namanya Gonggong

Ini yang namanya Gonggong

Selain menu balado tadi, saya juga memesan sayur kailan tumis untuk menyeimbangkan rasa pedasnya, hehehe. Maklum saya nggak begitu kuat makan pedes, jadi musti ada penawarnya. Nah selain itu, tentu saja saya juga memesan menu utama yang sudah saya tunggu-tunggu : Gonggong!

Ternyata gonggong ini bentuknya seperti kerang yang biasa kita temui di pantai itu lho, cuma ukurannya lebih besar. Kira-kira setelapak tangan lah. Gonggong ini sudah direbus dengan bumbu seperti bawang bombay dan daun bawang, tidak banyak bumbu sehingga rasanya tetap segar. Dimakannya dengan bantuan tusuk gigi untuk mengeluarkan daging dari cangkangnya. Buat yang belum terbiasa seperti saya memang agak pe-er, hehehe. tapi lama-lama seru juga kok. Nah, daging gonggong ini lalu dicelupkan ke dalam sambal asam manis seperti sambal Bangkok. Rasa dagingnya yang kenyal dan gurih bercampur saus pedas. Nikmat banget! Makan gonggong memang nggak akan puas kalau sedikit, jadi kami memesan satu porsi lagi hehehe.

Balado ikan bilis, pete, dan terong

Balado ikan bilis, pete, dan terong

Selain menu-menu tadi, di Pondok Yulif ini juga ada menu standar seperti nasi goreng, mie goreng atau capcay kok. Jadi kamu gak usah bingung untuk memilih menu.

Yuk kita makan gonggong lagi!

Ditulis pada:November 27, 2015

Komentar: Belum ada Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *