Berburu Bebek Kuntilanak di Aceh

Tampak depan rumah makan Pak Nasir alias Bebek Kuntilanak.

Tampak depan rumah makan Pak Nasir alias Bebek Kuntilanak.

Info resto:
Rumah Makan Sie Itiek Pak Nasir
(Bebek Kuntilanak)
Telepon: 085238502520

***

Menelusuri jejak makanan khas Aceh sepertinya tidak akan ada habisnya. Selain ada ribuan makanan yang patut dicoba, tempatnya pun bisa di mana saja. Seperti gulai itik yang satu ini, yang saya sendiri masih belum bisa mendeskripsikan dengan jelas letak persisnya.

Gulai bebek ini beken dengan nama Bebek Kuntilanak. Kenapa? Kalau kata bang Yudi Randa, blogger Aceh yang membawa saya dan teman-teman ke sana, nama Bebek Kuntilanak ini sebenarnya hanya sebutan yang dicetuskan oleh para pelanggan yang datang ke sana. Karena lokasinya yang berada di pelosok kampung, dan di malam hari jalanannya benar-benar gelap bagaikan masuk ke sarang kuntilanak, hahahaha. Ada-ada aja ya.

Malam itu bang Yudi Randa membawa saya dan teman-teman keluar dari Banda Aceh, menuju Kabupaten Aceh Besar. Jalanannya yang mula-mula jalan raya besar, lama-lama semakin sempit, hingga masuk ke perkampungan tanpa lampu dan hanya selebar satu mobil. Wah, bener-bener bikin deg-degan nih hehehe. Jangan-jangan beneran di sarang kuntilanak!

Tapi alhamdulillah, akhirnya sampai juga ke sebuah rumah di tengah desa yang sangat sederhana. Di bagian depan rumah itu terdapat sebuah spanduk “Rumah Makan Sie Itiek Pak Nasir”. Aha! Jadi inilah nama aslinya si bebek kuntilanak ini toh, hehehe.

Menikmati Bebek Kuntilanak ini sambil lesehan, santai dan akrab

Menikmati Bebek Kuntilanak ini sambil lesehan, santai dan akrab

Rumah makan ini benar-benar rumah makan tradisional, dengan gaya makan lesehan di tikar di ruangan seluas 5×7 meter persegi. Pak Nasir, sang pemilik rumah makan yang biasa dipanggil Ayah ini mengelola rumah makan ini sejak 13 tahunan yang lalu. Dan sejak saat itu pun, semua bahan-bahan dan cara masaknya masih tradisional. Bumbu-bumbu ditumbuk menggunakan alu, nasi dan sayur dimasak dengan kompor arang kayu. Dan tentunya, tanpa bumbu penyedap tambahan alias MSG.

Ini penampakan Gulai Bebek yang sedap itu. Maaf ya fotonya kurang jelas, maklum kamera seadanya :/

Ini penampakan Gulai Bebek yang sedap itu. Maaf ya fotonya kurang jelas, maklum kamera seadanya :/

Gulai bebek ini dimasak dengan parutan kelapa yang halus dan bercampur dengan bumbu-bumbu seperti asam sunti (belimbing wuluh yang dikeringkan), daun temurui (daun kari), dan berbagai bumbu khas masakan Aceh Rayeuk (Aceh Besar) lainnya. Saya juga nggak inget sih apa aja bumbu yang disebutkan, tapi yang jelas waktu mencium wanginya saja udah bikin ngiler, hehehe. Waktu masuk ke mulut, hmmm…. Rasa rempah yang kuat bercampur dengan daging bebek yang lembut, berpadu sempurna dengan nasi putih. Super sedap!

Rasanya bahagia banget bisa makan gulai bebek asli Aceh di tengah perkampungan ini. Masih banyak makanan-makanan khas Aceh yang belum saya cicipi, tapi sedikit-sedikit pengetahuan saya tentang masakan tradisional Indonesia jadi bertambah kan, hehehe. Kalau kamu suau saat main ke Aceh dan penasaran pengen nyobain gulai bebek yang satu ini, coba aja ya berkunjung ke sarang Bebek Kuntilanak ini. Mendingan sih telepon dulu daripada kehabisan (atau nyasar) hehehe.

Ditulis pada:May 30, 2016

Komentar: Belum ada Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *