Kuliner Aceh di Warung Bu Sie Itiek Bireuen

nyicip-bu-sie-itiek-bireuen-front

Info resto:
Warung Bu Sie Itiek Bireuen
Alamat: Jl. Sukarno-Hatta, Lampeunereut, Banda Aceh
Telepon: 0651-7409122

Kisaran harga: Rp 10,000 – 60,000

***

Waktu teman-teman saya tahu kalau saya pergi ke Aceh, banyak yang menyarankan “Jangan lupa makan di warung Bu Sie Itek, enak lho!” Hmmm, baiklah. Maka saya berniat untuk mencari rumah makan bernama Bu Sie Itiek ini. Ternyata dalam perjalanan dari bandara ke hotel, saya beberapa kali melihat plang bertuliskan Bu Sie Itiek ini. Wah, ternyata ngetop juga ya rumah makan itu. Nanti saya harus cari waktu untuk mengunjunginya.

Gulai Itiek alias gulai daging bebek ala Aceh

Gulai Itiek alias gulai daging bebek ala Aceh

Untungnya, di hari kedua saya berada di Aceh, saya diajak untuk makan siang di Warung Bu Sie Itiek Bireuen. Hore! Tercapai juga cita-cita saya hehehe. Setelah masuk, kami langsung memesan Ayam Tangkap, yang merupakan salah satu makanan khas Aceh. Saya belum pernah makan Ayam Tangkap sih, jadi penasaran aja seperti apa bentuk dan rasanya.

Tetapi saat kami duduk manis menunggu makanan, tiba-tiba mbak pelayan rumah makan ini juga menyajikan beberapa piring lauk. Wah, ternyata kalau di sini makannya seperti di rumah makan Padang gitu ya. Ada beberapa lauk yang disajikan, nanti akan dihitung lauk apa saja yang dimakan, itulah yang harus dibayar. Menyenangkan juga!

Sayur Pliek U, yang terbuat dari daun melinjo

Sayur Pliek U, yang terbuat dari daun melinjo

Ada beberapa lauk yang tiba di meja saya, dan hampir kesemuanya saya nggak tahu apa namanya… hahaha. Akhirnya saya dan teman-teman jadi rajin bertanya kepada mbak pelayan. Ada Sayur Pliek U yang merupakan sayur irisan daun melinjo dengan bumbu rempah, Keumamah alias ikan kayu (ikan tongkol asap), Kari Sapi, Kari Bebek, Bunga Kates (sayur bunga pepaya), dan Asam Udang yang merupakan daging udang cacah dengan bumbu asam. Duh… Banyak banget yang pengen dicoba!

Saya penasaran banget dengan Sayur Pliek U yang tampak menggoda ini. Sayur ini terbuat dari daun melinjo yang diiris-iris tipis, kemudian dimasak dengan bumbu santan. Hmmm, kalau di Bandung, saya suka makan sayur mirip seperti ini tetapi menggunakan daun singkong. Yah, mungkin agak mirip sih. Rasanya? Sudah pasti enak! Tetapi buat yang punya kecenderungan asam urat, mungkin sebaiknya dihindari ya makanan bersantan dan dari daun melinjo, hehehe.

Gulai Kambingnya pun terlihat menggiurkan. Di depan warung, saya sempat melihat ada belanga besar (beesaaaar, diameternya sekitar 1 meter) tempat pegawai warung mengambil sayur ini. Hmmm, saya suka sekali dengan nangka mudanya, dan irisan daging kambing yang empuk. Duh, alamat bakal kenyang duluan nih!

Ayam Tangkap yang potongan-potongan ayamnya tersembunyi di antara dedaunan

Ayam Tangkap yang potongan-potongan ayamnya tersembunyi di antara dedaunan

Untung tidak lama kemudian muncullah Ayam Tangkap yang sudah dinanti-nanti. Ternyata Ayam Tangkap ini adalah daging ayam yang dipotong-potong, dibumbui dan digoreng dengan daun-daunan seperti daun temurui (daun kari) dan daun pandan. Potongan-potongan ayam ini ngumpet di balik daun-daun itu, sehingga tidak heran kalau menu ini juga sering disebut sebagai Ayam Sembunyi. Hihihi lucu juga ya. Daging ayam gorengnya empuk banget, menggunakan ayam kampung yang ukurannya memang lebih kecil tapi jelas lebih enak. Daun-daunannya yang digoreng juga bisa dimakan lho, rasanya renyah sekali!

Sambil menyantap Ayam Tangkap saya dengan nasi putih, kuah Kari Kambing, dan sayur Pliek U, saya mencomot juga Asam Udang yang nangkring manis di depan mata. Penasaran juga, soalnya bentuknya kaya bubur gitu. Ternyata Asam Udang ini adalah daging udang yang digiling dan dimasak dengan asam sunti dan bumbu-bumbu lainnya, sehingga rasanya sedikit asam, gurih, dan pedas. Wah enak banget!

Asam Udang

Asam Udang

Makan siang saya di Warung Bu Sie Itiek Bireuen kali ini memang super memuaskan. Rasanya kenyang banget, hehehehe. Dan ternyata harganya pun tidak mahal, tiap lauk harganya berkisar antara Rp 10-60ribu saja. Dan hasil ngobrol-ngobrol dengan mbak pegawai warung ini, barulah saya tahu kalau sebenarnya warung Bu Sie Itiek itu artinya warung Nasi Daging Bebek (Bu = nasi; Sie = daging; dan Itiek = bebek). Hahahahahaha pantesan banyak banget warung Bu Sie Itiek di Aceh ini, saya kira itu adalah nama ibu-ibu pemilik restonya. Yah, pelajaran baru nih buat saya, hihihi.

Lain kali kalau ke Aceh, saya akan mencoba warung bu sie itiek-bu sie itiek lainnya ah. Tapi kalau yang sudah jelas-jelas enak dan memuaskan, kamu bisa coba juga warung Bu Sie Itiek Bireuen ini. Sedap!

Beragam kuliner Aceh di Warung Bu Sie Itiek Bireuen

Beragam kuliner Aceh di Warung Bu Sie Itiek Bireuen

Ditulis pada:May 17, 2016

Komentar: Belum ada Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *